PIK-M

Talkshow dan Pameran Karya Kreativitas Mahasiswa
PIK-M (Pusat Informasi Konseling Mahasiswa) IMPACT Dewantara
Berkolaborasi dengan Teman-teman Disablilitas, dengan tema “Cipta, Rasa, dan Karsa Dewantara Muda Membangun Karya Tanpa Strata”

 

 

 

 

 

PIK-M (Pusat Informasi Konseling Mahasiswa) IMPACT Dewantara baru saja berhasil mengadakan acara Talkshow dan Pameran Karya Kreativitas Mahasiswa Berkolaborasi dengan Teman-teman Disablilitas, dengan tema “Cipta, Rasa, dan Karsa Dewantara Muda Membangun Karya Tanpa Strata”. Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 29 April 2017, di mulai pkl 09.00 WIB, yang bertempat di Ruang Ki Sarino Kampus Pusat Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Sebagai pembuka acara, PIK-M IMPCAT Dewantara menghadirkan perwakilan dari Pemerintah Kota Yogyakarta, Ir. H. Aman Yuriadijaya, MM., selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintahan Kota Yogyakarta. Selain itu, acara ini dihadiri oleh perwakilan BkkbN DIY, LP3M UST, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, civitas akademika Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), teman-teman PIK-M se-DIY, serta beberapa penyandang disabilitas sebagai tamu undangan dan pengisi acara. Acara ini bertujuan untuk membuka pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas agar tidak dipandang sebelah mata dan diberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhannya, menambah wawasan dan kepekaan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kepedulian terhadap sesama terutama penyandang disabilitas, sekaligus dalam rangka memeriahkan Dies Natalis Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.

Acara Talkshow ini dinarasumberi oleh Bapak Abdul Rahim M.Pd selaku Dosen ABK di UST yang juga merupakan penyandang disabilitas. Tidak hanya itu, pada acara ini, PIK-M IMPACT Dewantara juga mengundang Laksamayshita Khanza L.C sebagai penyandang disabilitas yang berkuliah di UST jurusan Seni Rupa yang memiliki prestasi yang luar biasa yaitu seorang pelukis muda yang menjuarai perlombaan di Australia. Laksamayshita Khanza L.C  atau sering disapa Sita hadir bersama ibunya yaitu Sri Hartaningsih atau lebih dikenal dengan Harta Nining Wijaya yang merupakan salah satu seorang Jurnalistik dari Pusat Informasi Hukum dan Difabel Indonesia (Solider). Disamping itu, Sita juga membawa penerjemah bahasa untuk bisu tuli (transleter) saat talkshow berlangsung untuk memperlancar kelangsungan acara.

Talkshow yang diadakan mengangkat tema Membangun Paradigma Pendidikan Inklusif. Talkshow ini membahas apa, dan bagaimana pendidikan inklusif tersebut khususnya bagi kita untuk diberikan kepada teman-teman yang menyandang disabilitas. Talkshow ini juga menceritakan sebagian pengalaman Sita untuk bisa menggapai prestasi yang luar biasa. Tidak hanya itu, talkhsow ini juga membahas pengalaman ibu dari Laksamayshita Khanza L. C yang merawat, mendidik, dan membimbingnya sehingga menjadi anak yang berprestasi, dimana pembahasan ini merupakan pembahasan yang sangat emosional dan menyentuh. Disisi lain saat talkshow berlangsung, Sita berkalborasi bersama Fasma yang bukan penyandang disabilitas, dimana mereka melukis bersama-sama disatu kanvas secara langsung. Hal ini membuktikan bahwa penyandang disabilitas dapat bekerja sama dengan kita yang bukan penyandang disabilitas dalam  menghasilkan suatu karya. Dan ini tentunya merupakan suatu momen yang luar biasa dan patut diapresiasi. Selain talkshow, acara ini juga menampilkan pameran karya-karya lukisan dari Sita dan teman-teman UST lainnya. Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan Sanggar Tari dari PGSD, penampilan band dari Gari yaitu penyandang disabilitias (blind atau buta) dapat bermain drumb dan membawakan beberapa lagu, serta penampilan dari Teater Trisula.

Launching Jurnal Sosiohumaniora dan Science Tech

Jurnal 2

Kamis (20/10) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta mengadakan kegiatan Launching Jurnal yang diberi tema “Launching Jurnal Sosiohumaniora dan Science Tech” di ruang Ki Sarino Mangunpranoto Kampus Pusat UST Yogyakarta. Dan dihadiri oleh Pimpinan Yayasan UST, Rektor UST beserta Wakil Rektor, beserta Dekan dan Kepala Program Studi. Continue reading “Launching Jurnal Sosiohumaniora dan Science Tech”

Teori Kepribadian Sigmund Freud

Sigmund_FreudBiografi Sigmund Freud

Bapak Psikoanalisis Sigmund Freud lahir di Moravia, 6 mei 1856 dan meninggal di London, 23 september 1939 berasal dari keluarga Yahudi.

Tahun 1873-1881 masuk Fakultas Kedokteran Universitas Wina pada spesialisasi dokter ahli syaraf dan penyakit jiwa (psikiatri).
Pada tahun 1894 Freud belajar terapi histeri pada Jean Caharcot di Paris.
Tahun 1895 ia kembali ke Wina bekerja sama dengan Dr. Joseph Breuer, dengan metode asosiasi bebas.
Tahun 1895 Freud bersama Breuer menulis tentang kasus-kasus histeri.
Tahun 1902 ia membentuk kelompok psikologi di Wina.
Tahun 1908 Freud diundang oleh George Stanley Hall ke USA dan memberi ceramah-ceramah pada pertemuan-pertemuan Dies Natalis Universitas Clark. Freud menjadi terkenal di seluruh dunia.
Tahun 1909 Freud digabungi oleh Alfred Adler dan Carl Gustav Jung.
Tahun 1923 Freud kena penyakit kanker rahang dan pernah dioperasi sampai 30 kali. Tahun 1928 Nazi berkuasa di Austria, Freud menyingkir ke Inggris dan meninggal dunia di London 1939. Continue reading “Teori Kepribadian Sigmund Freud”

Mengenal Ajaran Ki Ageng Suryomentaram (KAS)

KA SurjomentaramKelahiran KAS

Pada tahun 1892, tepatnya pada tanggal 20 Mei tahun tersebut, seorang jabang bayi terlahir sebagai anak ke-55 dari Sri Sultan Hamengku Buwono VII, sultan yang bertahta di kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Jabang bayi tersebut diberi nama BRM (Bendara Raden Mas) Kudiarmadji. Ibundanya bernama BRA (Bendara Raden Ayu) Retnomandoyo, putri Patih Danurejo VI yang kemudian bernama Pangeran Cakraningrat. Demikianlah, BRM Kudiarmadji mengawali lelakon hidupnya di dalam kraton sebagai salah seorang anak Sri Sultan yang jumlah akhirnya mencapai 79 putera-puteri.

Seperti saudara-saudaranya yang lain, Bendara Raden Mas Kudiarmadji bersama-sama belajar di Sekolah Srimanganti di dalam lingkungan kraton. Tingkat pendidikan sekolah ini kurang lebih sama dengan sekolah dasar sekarang. Selepas dari Srimanganti, dilanjutkan dengan kursus Klein Ambtenaar, belajar bahasa Belanda, Inggris, dan Arab. Setelah selesai kursus, bekerja di gubernuran selama 2 tahun lebih. BRM Kudiarmadji mempunyai kegemaran membaca dan belajar, terutama tentang sejarah, filsafat, ilmu jiwa, dan agama. Pendidikan agama Islam dan mengaji didapat dari K.H. Achmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Continue reading “Mengenal Ajaran Ki Ageng Suryomentaram (KAS)”