Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa 2020

Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa merupakan program kaderisasi yang diselenggarakan oleh Divisi Advokasi dan Organisasai dalam kepengurursan MMF Psikologi. Progam ini termasuk dalam program wajib tahunan. Kaderisasi ini digunakan sebagai bentuk pengenalan lingkungan keorganisasian dalam Lingkungan Tamansiswa, terlebih pengenalan keorganisasian UKMF, MMF, UKMU, dan MMU. Sehingga diharapkan setelah kegiatan ini terlaksana, akan hadir kader baru dalam pengurusan UKMF hingga MMU.

            Teknis LDKM yang erat berkaitan dengan teori dan praktik secara langsung harus megalami penyesuaian dengan sistem yang berbeda karena Pandemi. Teknis LDKM 2020 menjadi bersistem daring dengan sesi pemaparan materi melalui G Meet. Meskipun dilakukan secara daring yang minim praktikum, penyampaian materi LDKM tetap disampaikan secara jelas dan interaktif dengan pemateri. Sehingga besar harapan materi yang disampaikan dapat diterima oleh peserta.

            Tema LDKM 2020 adalah Dewantara Muda: Berkarakter Kepemimpinan Berbasis Ajaran Tamasiswa. Tema ini dipilih dengan maksud bahwa setiap Mahasiswa yang mengikui LDKM 2020 dapat memiliki karakter pemimpin dengan ajaran dari Tamansiswa. Filosofi seorang pemimpin dalam lingkungan Tamansiswa tidak jauh dari sebuah Trilogi Kepemimpinan dari Ki Hajar Dewantara, yang berbunyi: “Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”. Dalam trilogi ini, figure seorang pemimpin harus dapat menjadi contoh bagi orang lain, membangunkan semangat ketika berada di posisi tengah, dan memberikan dorongan ketika berada di posisi belakang.

                        Pemaparan materi LDKM 2020 yang pertama adalah Arah Perjuangan dan Trilogi Kepemimpinan yang disampaikan oleh  Mas Penta Sakti. Pemaparan materinya berisi mengenai.

Materi kedua berisi tentang Konstitusi dan Manajemen organisasi disampaikan oleh Mas Rio Nurkholis Syaifudin. Materi ini menjelaskan bahwa oraganisasi merupakan sebuah wadah kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan tententu. Dalam prosesnya setiap tujuan organisasi akan sukar tercapai dan cenderung akan berkembang dalam setiap tujuannya, karena jika sebuah oraganisasi telah mencapai sebuah tujuan, maka daya gerak oraganisasi tersebut akan menghilang. Selain dinamika tujuan dalam organisasi, materi juga menjelaskan peran setiap orang-orang yang berada dalam organisasi. Kegiatan dan pembagian fungsi tugas dalam keorganisasian diatur oleh AD/ART yang telah disepakati dan diturunkan dalam setiap periodenya. Kedudukan AD/ART ini dapat sebagai Konstitusi Organisasi Kemahasiswaaan yang secara tidak langsung berfungsi sebagai pemersatu lembaga kemahasiswaan dan panduan sah untuk setiap keorganisasiaan yang berada dibawahnya.

Pergerakan organisasi selain dilandasi dengan tujuan dan konstitusi yang jelas, organisasi kemahasiswaan juga membutuhkan manajemen organisasi. Manajemen organisasi ini bertujuan untuk perencanaan pergeraan sebuah organisasi dalam menetapkan dan mencpai tujuan dengan menggunkan sumber daya dalam organisasi. Manajemen organisasi ini dapat meliputi perencanaan kegiatan jangka pendek-panjang, proses pengambilan keputusan, dan manajemen konflik.

Acara hari kedua diawali dengan pembacaan sumpah mahasiswa yang dipimpin oleh Ketua MMF 2020 Ahmad Mudatsir dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Dara Juang. Materi pada hari kedua ini merupakan materi yang sangat berkaitan erat dengan fenomena yang akan terjadi secara langsung dalam sebuah keorganisasian. Materi hari kedua terdiri dari materi persidangan, manajemen aksi, dan sejarah pergerakan mahasiswa.

Materi pada hari kedua diawali dengan Materi Persiadangan yang disampaikan oleh Mas Kharisma T Wijaya. Materi persidangan ini memiliki tingkat kepentingan yang tinggi karena akan menunjukkan proses persidangan dalam pengambilan dan pelantikan kepengurusan pada MMF periode selanjutnya. Pemaparan materi ini diawali dengan fungsi sidang dan jenis-jenis persidangan dalam organisasi. Sidang secara umu dibagi menjadi empat, yaitu sidang pleno, sidang komisi, sidang sub komisi dan sidang umum/paripurna. Dalam materi dipersidangan dijelaskan juga mengenai perangkat persidangan yang meliputi tempat/ruang sidang, waktu sidang, acara sidang, peserta sidang, perlengkapan sidang, dan tata tertib persidangan. Selain itu sikap dalam persidangan yang harus diperhatikan yang meliputi, simpati antar peserta persidangan, disimplin, sopan, dan bersikap adil serta bijaksana juga disampaikan dalam materi persidangan.

Materi kedua adalam Manajemen Aksi yang disampaikan oleh Mas Melky. Dalam pemaparan materi tersebut terdapat pertanyaan pembuka mengenai Mengapa kita harus melawan? Karena persoalan yang dialamioleh bangsa semakin banyak tetapi hanya sedikit penanganannya, sehingga menyebabkan banyaknya korban dan tidak adanya orang yang bisa kita mintai pertanggungjawaban. Yang harus kita lakukan agar orang – orang melek terhadap persoalan yang ada adalah:

  1. Memberikan informasi pada masyarakat luas tentang sistem yang tidak adil.
  2. Mencurigai ketentuan yang dianggap ambigu di dalam sebuat sistem.
  3. Mencari tahu kelemahan ataupun kebijakan dari perautan yang dibuat.

Perlawanan ini dapat dimulai dari kita, sebagai mahasiswa, orang yang paham mau berbicara bahwa ada yang salah dalam sistem. Disini mahasiswa memiliki peranan penting untuk melakukan perubahan, karena mahasiswa adalah orang – orang terpilih yang dapat mengenyam pendidikan hingga ke jenjang yang tinggi. Sehingga mahasiswa seharusnya dapat ikut andil berjuang untuk kemajuan bangsa.

            Materi terakhir dalam hari ketiga adalah Sejarah Gerakan Mahasiswa yang disampaikan oleh Mas Jontra. Lahirnya pergerakan mahasiswa Indonesia terbentuk melalui Boedi Oetomo yang berlanjut pada pelaksanaan Konggres Pemuda Indoensia yang menghasilak Sumpah Pemuda. Organisasi kepemudaan ini tercipta sebagai bentuk kesadaran pelajar dan pemuda  Indonesia  untuk memajukan dan memberikan perlawanan atas segala bentuk ketidakadilan. Gerakan kepemudaan pada masa itu murni berasal dari masyarakat demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

            Pemerintahan Ir.Soekarno terdapat gerakan kemahasiswaan yang bernama KAMI. Gerakan ini menghasilkan sebuah momentum deklarasinya Tritura. Keterlibatan KAMI yang begitu dominan dapat  membuat pmerintahan dan stabilitas negara sedikit terganggu. Kemudian KAMI dibubarkan. Sebagain dari perpecahan KAMI membentuk organisasi yang dinamakan DEMA. Namun, pada tahun 1974 terjadi sebuah kerusuhan yang disebut dengan MALARI. Awal kemitraan mahasiswa dengan apparat TNI yang harmonis menjadi sedikit retak dalam peristiwa tersebut. Keterlibatan mahasiswa yang kala itu kental dengan arus politik membuat pemerindah mengeluarkan SK Mendikbud untuk meminta rektor mengawasi kegiatan mahasiswa selaku penanggung jawab kampus. SK ini secara tidak langsung mengubah sistem organisasi kemahasiswaan menjadi BEM dan Senat. Hal ini dilakukan agar campur tangan politik dalam kemahasiswaan dapat diawasi dengan baik. Hingga pada masa orde baru mahasiswa kembali bergerak dan menurunkan rezim orde baru pada tahun 1998

            Keberadaan mahasiswa sebagai ekstra parlemen tidak ada hubungan dengan mainstream negara, presiden, maupun sebangsa lainnya. Pergerakan adalah perjuangan keyakinan atas kehendak rakyat. KAMI dan DEMA adalah tindakan nyata dari tanggung jawab mahasiswa sebagai agent of change. Dalam UST sendiri, seyogyanya, lembaga mahasiswa menjad wadah mahasiswa dalam mengidentifikasi persoalan-persoalan internal UST, mulai dari persoalan prodi hingga universitas. Persoalan inipun tidak hanya persoalan mahasiswa, namun jua harus mampu melihat persoalan di tingkat birokrasi UST. Kita harus sadar, bahwa bangsa ini adalah tanggung jawab kita sehingga nantinya dapat membawa perubahan yang terdapat persatuan, menjunjung tinggi nilai-nilaikeadilan dan kemanusiaan, pluralitas dan jiwa-jiwa kritis, populis, dan rasional.